Minggu, 21 April 2019

Warta Berita: Jamaah Dhuha

Admin
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Tim Redaksi HADIAH akan membawakan rubrik tentang JAMAAH SHOLAT DHUHA,mari kita ulas rubric kita minggu ini.

Kegiatan ini sudah biasa kita lakukan di Pondok Pesantren Wahid Hasyim. Sholat Dhuha adalah sholat sunah yang dilakukan seorang muslim ketika waktu matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul 7 pagi) hingga menjelang dzuhur. Jumlah rakaat sholat dhuha minimal dua rakaat dan maksimalnya dua belas rakaat dan dilakukan dalam dua rakaat sekali salam.

Di MA Wahid Hasyim setiap siswa diwajibkan melaksanakan sholat dhuha bejamaah dimasjid. Karna bisa melatih kedisiplinan kita terhadap ibadah dan bisa lebih mendekatkan kita kepada sang Agung, pencipta kita Allah SWT. Dan kelebihan melaksanakan sholat dhuha ialah kita akan dimudahkan oleh Allah SWT. semua kegiatan kita. Karena dikatakan dalam hadist Rosulullah SAW. bersabda:”Isilah
pagimu dengan empat rakaat itu (sholat dhuha) insyaallah Allah akan memudahkan semua urusan kita”.

Karena bapak pengasuh Pondok Pesantren Wahid Hasyim dawuh”Menomorsatukan Allah dan menjadikan orang lain terhormat”. Hal tersebut merupakan salah satu akhlak yang akan selalu kita jalankan dan praktikan. Jadi, mari kita selalu melakukan sholat dhuha agar kita mendapatkan syafa’at dari Nabi Muhammad SAW, dan kawan-kawan santri Pondok Pesantren Wahid Hasyim harus bangga karna kita telah menjadi santri Wahid Hasyim!!! Yess, I Can!

Jadi para sahabat warta,ulasan rubrik kita kali ini mungkin kami cukupkan sampai disini,semoga adanya rubrik di atas dapat bermanfaat dan menambah wawasan tentang pondok pesantren kita ini. Apabila terdapat kesalah pada ulasan rubrik kali ini,kami dari tim redaksi HADIAH meminta maaf yang sebesar-besarnya.

(Red. Hadiah, Ed. Aziz)

Warta Berita: Metode Cepat Menguasai Kitab Kuning

Admin
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 
الحمد لله رب العالمين وبه نستعين على أمور الدنيا والدين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين

Pertama - tama marilah kita panjatkan puja & puji syukur kita kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta inayah-Nya.

Yang kedua sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW, yang semoga kita mendapat syafa’atnya di akhirat kelak.

Hai teman - teman, kembali lagi di warta berita Madrasah Aliyah Wahid Hasyim dengan beragam berita yang menarik untuk dilihat & dibaca, edisi warta berita kali ini mengenai KITAB KUNING
Teman - teman membaca kitab kuning itu mudah kok !!!


Apalagi kita belajar di Madrasah Aliyah Wahid Hasyim yang salah satu progam unggulannya kitab kuning. Di Wahid Hasyim ada yang namanya kitab Talfiful Akwan dan sarahnya dari kitab itu kita bisa belajar membaca kitab kuning dengan metode cepat insyaallah kalau kita belajar dengan sungguh - sungguh dengan waktu 6 bulan sudah bisa membaca kitab kuning kitab Talfiful Akwan langsung dikarang Bapak Pengasuh, kata beliau agar bisa membaca kitab kuning caranya cukup sederhana yaitu sering - sering latihan memaknai serta mencari nahwu shorof nya. Belajar membaca kitab kuning tidak jauh beda dengan cara menghafal al-Qur’an. Teman - teman sekarang mari kita belajar membaca kitab kuning dengan sungguh - sungguh. Bagi temen - temen yang sudah bisa membaca kitab kuning di amalkan ya ilmunya dan bagi teman - teman yang belum bisa membaca kitab kuning tambah semangat belajarnya ya!!

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Oke, teman - teman cukup sekian Warta Berita edisi kali ini semoga bermanfaat sampai ketemu di warta berita edisi selanjutnya
WB
EDISI 1
(Red. Hadiah, Ed. Aziz)

Kamis, 04 April 2019

Alhamdulillah Siswa-siswi MA Wahid Hasyim Tembus Jalur SPAN-PTKIN

Admin

Sejumlah delapan siswa-siswi MA Wahid Hasyim diterima di perguruan tinggi melalui jalur SPAN-PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. SPAN-PTKIN merupakan seleksi nasional yang diadakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menyeleksi calon mahasiswa dari siswa-siswi SMA, SMK, MA, MAK, atau Pesantren Mu’adalah agar memperoleh pendidikan tinggi di Universitas Islam Negeri (UIN)Institut Agama Islam Negeri (IAIN), atau Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) di seluruh Indonesia berdasarkan nilai rapor dan prestasi lainnya tanpa tes. Delapan siswa tersebut tersebar di empat PTKIN, yaitu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, IAIN Surakarta dan IAIN Pontianak.
Berikut adalah daftar namanya:
  1. Nafisatur Rifa’ (Manajemen Pendidikan-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
  2. Nur ‘Ainia Firdaus (Perbandingan Madzhab-UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
  3. Zulzilah Sahupala (Hukum Tata Negara-IAIN Salatiga)
  4. Athi Mufida R (Sejarah Kebudayaan Islam-UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
  5. Adi Wibowo (Hukum Tata Negara-UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
  6. Anwar Musyaddad (Perbankan Syariah-IAIN Pontianak)
  7. Ulin Nuha (Manajemen Dakwah-IAIN Salatiga)
  8. Merryta Suciana (Komunikasi dan Penyiaran Islam-UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Selasa, 02 April 2019

MENINGKAT!: Prosentase Kelulusan SNMPTN Siswa – Siswi MA Wahid Hasyim 2019

Admin


“MA Wahid Hasyim memegang teguh empat pilar pesantren yaitu penanaman Akhlaqul Karimah, Tahfidzul Quran, Penguasaan Bahasa Asing dan Penguasaan Kitab Kuning yang menjadi landasan fundamental dalam setiap proses pembelajaran. Banyaknya prestasi yang diraih oleh siswa siswi merupakan manifestasi dari penguasaan 4 hal tersebut yang mendukung setiap proses memperstasikan potensi juga dalam proses meniti jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” kata Kepala Madrasah MA Wahid Hasyim Yogyakarta, Bapak Agus Baya Umar, M.Pd.I, terkait faktor peningkatan kelulusan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sisiwa-siswinya.
Pasalnya, prosentase siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) lewat jalur SNMPTN selalu meningkat. Pada tahun 2018, sebanyak 40% dari total peserta diterima. Kemudian di tahun 2019, 46% siswa-siswi dari total peserta SNMPTN MA Wahid Hasyim diterima di beberapa PTN. “Alhamdulillah, setiap tahun prosentase siswa yang diterima perguruan tinggi lewat jalur SNMPTN selalu meningkat, tahun lalu 40% dan tahun ini 46% dari total peserta,” sambungnya.
Bagi yang belum lolos melalui jalur SNMPTN, MA Wahid Hasyim menyiapkan Tim Pendamping Khusus untuk membimbing siswa-siswi agar diterima lewat jalur lain. Pada tingkatan Madrasah Aliyah, masih banyak jalur nasional lain seperti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Seleksi Prestasi Akademik Nasional-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), dll. Selain itu, ada juga seleksi perguruan tinggi Timur Tengah, Turkey, dll. Oleh karena itu, Pak Baya menekankan bahwa siswa yang belum lolos tidak perlu khawatir, karena SNMPTN baru jalur pembuka. “Siswa yang belum lolos SNMPTN pun tak perlu khawatir karena kami sudah punya Tim Pendamping Khusus yang siap selalu mendampingi mereka lahir dan bathin untuk siap menjalani rangkaian proses masuk perguruan tinggi, InsyaAllah siswa siswi akan kami antarkan sampai gerbang kampus impian masing masing, baik di dalam maupun luar Negeri.”
Daftar nama siswa-siswi MA Wahid Hasyim yang lolos SNMPTN 2019 adalah sebagai berikut:
  1. Ahmad Ahsanul Fahmi (Agroteknologi-UPN Veteran Yogyakarta)
  2. Faiza Fairuz Zayyan (Ilmu Komunikasi-UPN Veteran Yogyakarta)
  3. Nur Aini Hidayaturrohmah (Teknik Kimia-UPN Veteran Yogyakarta)
  4. Raihatun Mustaqimah (Agroteknologi-UPN Veteran Yogyakarta)
  5. Sabrina Dian Iswari (Teknik Informatika-UPN Veteran Yogyakarta)
  6. Uswatun Muharromah (Ilmu Tanah-UPN Veteran Yogyakarta)
  7. Arfiy Nur Hidayah (Ilmu Komunikasi-UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
  8. Alya Nova (Ilmu Komunikasi-UPN Veteran Yogyakarta)
  9. Manzilatul Afkariyah (Ekonomi Pembangunan-UPN Veteran Yogyakarta)
  10. Nafisatur Rifa’ (Hubungan Internasional-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
  11. Hani Hasnani (Agroteknologi-UPN Veteran Yogyakarta)
  12. Rindi Muktiana (Pendidikan Matematika-UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
  13. Niken Nur Hanani (Manajemen-UPN Veteran Yogyakarta)
  14. Siti Jamilah (Manajemen-UPN Veteran Yogyakarta)
  15. Siti Nurrohmah (Manajemen-UPN Veteran Yogyakarta)
  16. Khoirunnisa Alfianty (Manajemen-UPN Veteran Yogyakarta)