Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa-siswi MA Wahid Hasyim Yogyakarta. Kontingen MA  Wahid Hasyim berhasil meraih Juara 1 Nasional dalam IOTIC (IoTInnovation Challenger) 2016 yang digelar oleh kampus ITB Bandung. IOTIC merupakan perlombaan cipta karya inovasi berbasis IoT dengan tema Future Telecomunication for Smart Society. Kompetisi ini merupakan pembuatan essai mengenai Internet of Things untuk menciptakan masyarakat cerdas atau yang disebut“Smart Society”.

Kontingen atas nama Mohammad Zakaria al Anshor dan Diya Almusthofa Albanatusi dengan karyanya AQSSYS (Aquaculture Smart System) berhasil menyabet juara 1 dalam babak final yang dilaksanakan 27 Mei 2016 di ITB. Babak final ini dilaksanakan setelah memilih 10 besar dari semua peserta yang mengirimkan karnyanya. Karya dari siswa Madrasah Aliyah Wahid Hasyim sebelumnya terpilih dalam 10 besar sehingga karya tersebut berhak  dipresentasikan di depan para Juri yang terdiri dari dosen-dosen ahli dalam bidang Internet society.  AQSSYS (Aquaculture Smart System) karya siswa Madrasah Aliyah Wahid Hasyim ini merupakan pemanfaatan internet of thinks sebagai solusi cerdas budidaya ikan. Manfaat dari karya ini adalah meningkatkan kualitas ikan karena adanya perawatan yang terkontrol baik melalui Smart Feeder, Automatic Control, dan Realtime Monitoring.

Satu lagi Kontingen MA Wahid Hasyim juga mendapatkan Juara Favorit atas nama Rofik Maulana Malik dan Nasikhatin Fadhilah dengan karyanya I-ONS (Integrated Polution Monitoring System. I-ONS merupakan pemanfaatan Internet of Things sebagai system monitoring pencemaran udara terintegrasi untuk Indonesia bebas polusi. Alat ini memanfaatkan IoT untuk memberikan informasi kualitas udara dengan lebih informative dan aman. I-ONS di tampilkan melalui monitor yang dipasang di pusat kota yang disebarluaskan melalui internet.

Kepala MA Wahid Hasyim Agus Baya Umar, M.Pd.I mengaku sangat bangga dan senang atas prestasi-prestasi yang diraih oleh siswa siswinya, karena pada bulan ini siswa-siswinya banyak yang menorehkan tinta emas di catatan prestasi madrasah. Belum lama ini siswanya juga meraih Beasiswa Santri Berprestasi di Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Selain prestasi diatas, 7 siswanya juga diterima di Perguruan Tinggi melalui jalur SNMPTN dan 10 siswa diterima di Perguruan Tinggi Islam Negeri melalui jalur SPAN-PTKIN serta beberapa juga diterima di Perguruan Tinggi swasta ternama. Dengan sistem pendidikan yang mengedepankan Penanaman Akhlaqul Karimah, Pengembangan Bahasa Asing, Penguasaan Kitab Kuning serta Tahfidzul Quran, MA Wahid Hasyim optimis bisa membentuk karakter siswa yang unggul dan berkompeten dalam berbagai bidang sehingga ditahun-tahun selanjutnya akan  meraih prestasi-prestasi yang makin membanggakan, tentunya dengan latihan maksimal, kerjakeras dan doa, imbuhnya.”(msr)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *